Tampilkan postingan dengan label Catatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan. Tampilkan semua postingan

Cekrek Upload! Semua Orang Butuh Pengakuan


Semua orang butuh pengakuan. Oleh siapa dan dalam hal apa kita ingin diakui, masing-masing orang berbeda. Sebagian orang sangat ingin diapresiasi dalam hal penampilan. Mereka sangat senang kalau disebut cantik, tampan, modis, gaya rambut selalu update, kulit mulis, pipi merah merona, perut six pack, dada bidang dan lainnya.  

Sebagian orang yang lain ingin diakui sebagai orang yang berhasil dalam kehidupan. Kaya, mobil mewah, rumah besar, gawai seri terakhir, pasangan cantik/tampan, dan kesuksesan lainnya yang mencerminkan bahwa dia adalah pemenang dalam kehidupan ini. 

Jika sebagian besar manusia lebih suka diakui dari segi tampilan, ada juga yang ingin diakui dari sisi karakter. Mereka senang dianggap pintar, lucu, menyenangkan, ramah, penyabar, baik hati, setia kawan, pemberani, pekerja keras dan lain lain-lain. 

Di antara berbagai golongan manusia, ada juga yang tidak mengharap apresiasi orang banyak. Dia hanya ingin dianggap sebagai suami atau istri yang baik oleh pasangannya atau dianggap ayah/ibu yang menyenangkan oleh anaknya. 

Lebih tinggi dari itu, ada orang yang benar-benar tidak megharapkan pengakuan dari manusia, dan dia hanya tertarik mencari pengakuan Tuhan-nya. 

See, semua orang butuh pengakuan. Hal yang membedakan adalah, dalam hal apa dan oleh siapa kita ingin diakui. Arah hidup kita jelas didorong oleh motivasi pencarian pengakuan. 

Setiap hari kita berpikir dan bekerja keras untuk mendapatkan pengakuan. Mulai dari yang sibuk foto-foto, cekrek-upload, untuk mendapatkan like atau komentar di messenger atau medsos, hingga mereka yang membangunkan diri pada sepertiga malam untuk mencari pengakuan Tuhan-nya.

Pengharapan adalah sebuah keinginan. Kata Sidharta Gautama, keinginan adalah sumber penderitaan. Kata Aa Gym, mengharap dari mahluk adalah sumber penderitaan. Kita sendiri pasti sadar, mengharap pengakuan dari orang itu hal yang sangat menyiksa, bahkan terkadang membuat frustrasi. 

Meninggalkan pengharapan atas hal-hal material dan dangkal, menuju pengharapan yang bernilai spiritual jelas adalah sebuah perjuangan panjang dalam hidup ini. Berbahagialah mereka yang telah berhasil. 


_____________________
Foto: www.theweek.co.uk

Terlalu Banyak Cerita Terlewatkan


Terlalu banyak cerita terjadi di sekitar saya, begitupun banyak kesan yang terrekam di dalam kepala. Sayang, kisah-kisah menarik itu banyak berlalu begitu saja. Sebagai seorang jurnalis, pekerjaan saya memang menulis. Tapi media massa tempat saya menulis itu tentu hanya memuat hal-hal yang menyangkut kepentingan orang banyak.

Saya bukan tipe orang yang pandai bercerita secara verbal. Saya sering merasa tersiksa karena cerita-cerita itu hanya terpendam di kepala, lalu terlupakan begitu saja. Sudah lama saya ingin memiliki sebuah blog personal. Nah, baru sekarang ini saya begitu termotivasi untuk membuatnya.

Blog ini hanya sekedar dokumentasi untuk pengingat saya di waktu-waktu mendatang. Ya, syukur-syukur kalau ada orang lain yang membaca. Sebelumnya, saya telah mengumpulkan sejumlah laporan jurnalistik yang pernah saya buat dalam blog lain. Sila berkunjung kalau ada kesempatan: http://andinurroni-reportase.blogspot.co.id/


__________________________________________
Foto: Dokumentasi Andi Nurroni. Pulau Bawean, September 2015